Unnes Kembangkan Kampung Anggrek Kalisegoro

GUNUNGPATI– Universitas Negeri Semarang (Unnes) bersama PT Phapros mengembangkan Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang, menjadi kampung anggrek melalui pendampingan budi daya tanaman hias tersebut.

”Kami memberikan pelatihan teknik kultur jaringan untuk budi daya anggrek,” kata dosen Jurusan Biologi FMIPA Unnes Prof Enni Suwarsi Rahayu, di sela-sela pelatihan kultur jaringan, Selasa (16/1).

Pelatihan teknik kultur jaringan itu diikuti sekitar 20 anggota Kelompok Anggrek Griya Mekarsari di Kelurahan Kalisegoro yang berada di bawah binaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Unnes. Enni menjelaskan, budi daya anggrek dipilih karena tanaman hias itu memiliki nilai ekonomis yang tinggi untuk dipasarkan.

Dengan demikian, ke depan, diharapkan bisa membantu ibu-ibu di perkampungan itu untuk berwirausaha. ”Sebenarnya tidak hanya anggrek yang kami pakai kultur jaringan, karena ada krisan, kantong semar, venus, yakni tanaman pemakan serangga, dan berbagai jenis tanaman langka yang susah dibudidayakan,” imbuhnya.

Dari pihak Unnes, jelas dia, memberikan pelatihan teknik kultur jaringan, pembibitan, budi daya, hingga pemasaran tanaman hias tersebut, termasuk studi banding yang akan dibantu oleh Phapros untuk memperkaya pengetahuan. ”Kenapa kultur jaringan? Karena tanaman anggrek sulit dibudidayakan secara alami. Padahal, sangat bernilai ekonomis. Kami berharap jika budi daya ini berhasil kawasan ini bisa menjadi kampung anggrek,” kata Enni.

Beri Dukungan

Asistant Manager Corporate Social Responsibility (CSR) dan PKBL Phapros, Dyah Istantri mengatakan, upaya pemberdayaan masyarakat itu merupakan bagian program CSR Phapros, khususnya kalangan perempuan dan ibu-ibu. ”Fokusnya, budi daya anggrek.

Ada tiga unsur, yakni pendidikan melalui pelatihan, seperti kultur jaringan, lingkungan dengan pengembangan tanaman, dan ekonomi untuk memberikan penghasilan tambahan,” ujar dia.

Ia mengatakan, pihaknya memberikan dukungan pengembangan kawasan Kalisegoro menjadi kampung anggrek dengan memfasilitasi bibit bekerja sama dengan Unnes, sarana prasarana budi daya, studi banding, hingga perlombaan. ”Kami juga akan memfasilitasi studi banding sampai ikut lomba-lomba. Produknya kan sangat bermanfaat, tanamannya bisa disewakan di kantorkantor, diperjual-belikan, dan bisa juga jadi destinasi wisata,” kata Istantri.

Sementara itu, Hapsari Puspitaningsih, istri Ketua RW 4 Kelurahan Kalisegoro yang menjadi koordinator warga, menyambut baik pendampingan yang dilakukan Unnes dan Phapros kepada kalangan ibu-ibu di wilayah itu untuk membudidayakan anggrek. ”Sebenarnya, ibu-ibu cuma bermodal semangat. Mulai bibit sampai sarana prasarana sudah tersedia. Kalau budi daya anggrek ini berhasil, kampung ini bisa jadi Kaesang, yakni Kalisegoro Sejuta Anggrek,” kata Hapsari.

sumber:http://wanita.suaramerdeka.com

About the author: Sasana Kultura

Has one comment to “Unnes Kembangkan Kampung Anggrek Kalisegoro”

You can leave a reply or Trackback this post.

  1. Vitradesie - January 18, 2018 at 5:48 am Reply

    Mohon diposting foto-foto kegiatannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.